berita

Jakarta, 17 Desember 2015

Pada Talking ASEAN ke-28 kali ini, The Habibie Center menghadirkan Fina Astriana (Peneliti The Habibie Center) sebagai moderator serta narasumber yang mencakup Wijayanto Samirin (Staff Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia dalam Ekonomi dan Keuangan), Abdulkadir Jailani (Direktur Perjanjian Ekonomi dan Sosial Budaya Kementerian Luar Negeri, Republik Indonesia), dan Dr. Berly Martawardaya (Departemen Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia).

Tujuan dari Talking ASEAN kali ini adalah: untuk menjelajahi alasan-alasan mendadaknya Indonesia tertarik untuk bergabung dengan TPP dan RCEP; untuk memikirkan peluang yang diperoleh dari ikutnya Indonesia ke dalam RCEP dan TPP; untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia dengan bergabung dalam RCEP dan TPP; untuk membahas dampak dari bergabungnya Indonesia ke dalam RCEP dan TPP terhadap kesatuan ASEAN; dan untuk menghasilkan rekomendasi yang memungkinkan bagi pemerintah Indonesia terkait dengan RCEP dan TPP serta memastikannya memiliki dampak yang positif terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Wijayanto Samirin menjelaskan dua poin penting, rasionalisasi di balik alasan Indonesia dalam megikuti RCEP dan TPP serta kesiapan Indonesia sendiri dalam mengiktui penjanjian tersebut. Abdulkadir Jailani sebagai pembicara kedua menjelaskan bahwa TPP sendiri merangkum beragam isu yang luas dan tidak hanya terbatas pada perdagangan internasional. Beliau juga mengidentifikasi tanggapan yang dibutuhkan oleh Indonesia dari aspek politik, ekonomi, dan hukum. Dr. Martawardaya sebagai pembicara terakhir mempresentasikan mengenai kodrat dari RCEP dan TPP.

berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

'