berita

JAKARTA – Pada hari selasa 19 April 2016, The Habibie center menerima kunjungan dari Harvard’s Kennedy School Myanmar Program dan Proximity Designs di Hotel Hermitage. Delegasi dari Myanmar Leaders berpartisipasi dalam diskusi sehari untuk membahas isu mengenai “State Building, Regional Autonomy and Peace Process: Lesson Learned from Indonesian Democratic Transition.” Menindaklanjuti sejarah pemilihan umum di Myanmar pada tanggal 8 November 2015, saat ini Myanmar mengalami proses krisis dalam demokrasinya. seminar satu hari ini bertujuan utnuk menyediakan perbandingan pandangan bagi pemimpin Myanmar terkait transisi dari rezim militer otoriter menuju pemerintahan yang bebas dan demokratis. Diskusi ini pun mendiskusikan perbedaan dan persamaan antara Indoensia dan Myanmar sebagai masyarakat yang plural. Kedua negara pernah berada dibawah rezim milter otoriter selama beberapa dekade. Rezim militer otoriter di Indonesia memberi dampak bagi pembangunan ekonomi dan peningkatan hidup di Indonesia, disamping berbagai kekurangannya. Sedangkan di Myanmar, perekonomiannya mengalami penurunan secara drastis. Dalam bidang politik, Myanmar gagal membentuk ideologi bersama sebagai faktor pemersatu antar etnik dan kelompok agama. Indonesia beruntung memiliki pancasila dengan 5 prinsip dasar sebagai ideologi negara yang mampu menciptakan kehidupan harmonis antar kelompok berbeda dan menjada kesatuan Indonesia sebagai negara kesatuan. Bapak bangsa Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai ideologi negara dan tujuan bersama, bukan hukum syariah atau hukum lainnya. Hal ini dapat menjadi model yang baik bagi pemimpin Myanmar untuk menemukan ideologi negara sebagai pemersatu yang dapat diterima oleh semua pihak. Idelogi pemersatu yang tepat dapat meminimalisir tensi antara kelompok etnis bersenjata dan pemerintah pusat. Seminar satu hari ini menghadirkan beberapa pembicara ahli seperti Romo Magnis Suseno, Dr. Made Suwandi, Dr. Wahyu Prasetyawan, Mayjen Sudarajat, Dr. Adrianus Melialal, Solahudin dsb

berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

'