berita

Jakarta – Hari kedua dari “ASEAN – EU Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerjasama Maritim” ditandai dengan digelarnya sebuah forum publik yang diadakan untuk menyebarluaskan hasil dialog tersebut ke khalayak yang lebih luas. Pada hari Selasa, 19 November 2013, The Habibie Center bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, European External Action Service, dan  Regional EU – ASEAN Dialog Instrument mengadakan sebuah Forum Publik setengah-hari tentang “ASEAN – UE Dialog Tingkat Tinggi Kerjasama Maritim: Menuju Kerjasama Maritim Terpadu : Sebuah Pertukaran Pelajaran dan Pengalaman antara ASEAN dan Uni Eropa” di Sasono Mulyo Ballroom 1 & 2, Le Meridien Hotel, Jakarta .

Pada forum publik ini, H.E. Duta Besar Agus Sriyono , Deputi Menteri Koordinator Politik , Hukum dan Keamanan dan H.E. Duta Olof Skoog, Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN memberikan kata sambutan selamat datang. Kemudian diikuti oleh ceramah kunci oleh Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar, Ketua Institute of Democracy and Human Rights, The Habibie Center.

Pada forum publik ini, pembicara dari Uni Eropa adalah Mr. Fraser Cameron dan pembicara dari ASEAN adalah Mr. Shahriman Lockman serta Prof. Diane Desierto. Forum ini dimoderasi oleh Mr. Ugo Astuto. Selama forum forum publik ini berlangsung, para pembicara memaparkan sejumlah refleksi dan rekomendasi yang dirasa perlu dilakukan oleh ASEAN dan Uni Eropa. Penting dicatat bahwa salah satu motivasi Uni Eropa dalam mendukung ASEAN adalah karena Uni Eropa secara umum mendukung regionalisme. Salah satu pembicara menyarankan bahwa salah satu rekomendasi yang paling penting bagi ASEAN adalah untuk memperkuat Sekretariat ASEAN. Ini akan mengaktifkan / memastikan pelaksanaan yang efektif dari kebijakan regional dengan negara-negara anggota ASEAN. Kerja sama maritim juga akan memungkinkan ASEAN untuk mendapatkan keuntungan dari kemampuan Uni Eropa dalam ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi. Selain itu, penting untuk mengembangkan beberapa raturan maritim regional untuk menghindari kemungkinan unilateralisme dan dominasi pihak yang terkuat.

Pentingnya sebuah pembangunan bersama dipandang sebagai pilihan yang telah disepakati oleh peserta selama sesi hari sebelumnya. Namun, selama forum publik itu, disarankan  bahwa alih-alih berbicara tentang kerja sama di berbagai isu, ASEAN dan Uni Eropa harus fokus pada satu atau dua bidang yang realistis, seperti bantuan kemanusiaan. Forum publik juga menyebutkan sejumlah isu lain- termasuk konektivitas , migran tidak terdokumentasi, pelayaran komersil, IUU Fishing, penelitian dan pengembangan dalam budidaya dan kelautan, keamanan transit dan bahkan keamanan pelabuhan.

Para peserta dari forum ini bervariasi dari pejabat kedutaan, perwakilan dari kementerian terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan serta Kementerian Riset dan Teknologi, akademisi, dan media. Forum ini berlangsung secara aktif dan menarik dimana penonton juga berbagi perspektif dan pendapat mereka sendiri serta juga kritis mempertanyakan pandangan para pembicara.

berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

'