berita

Jakarta, 27 Oktober 2015

Pilkada seretak akan menjadi acara terbesar di akhir tahun ini. Pemilihan yang akan berlangsung ini akan menghadapi konflik potensial pada level lokal karena akan dilangsungkan dalam satu putaran. Setiap kandidat akan melakukan apapun untuk memenangkan pemilihan umum yang dihelat, bahkan melalui cara-cara yang ilegal. Sejalan dengan hal tersebut, kemudian menjadi penting untuk menyiapkan tindakan-tindakan preventif.

Diskusi publik ini diadakan dengan tujuan; untuk memetakan potensi konflik sebelum, selama, dan setelah pemilihan dilakukan; untuk membahas solusi yang telah tersedia untuk mencegah munculnya konflik potensial; untuk mengetahui telah sejauh mana persiapan KPU dan Bawaslu dalam hal penyelenggaraan pilkada serentak.

Dialog ini menghadirkan Sigit Pamungkas dari KPU, Daniel Zuchron dari Bawaslu, serta Sophar Peranto dan Indria Samego dari The Habibie Center. Sigit Pamungkas dari KPU menjelaskan persiapan apa saja yang telah dilakukan KPU untuk menyukseskan pilkada serentak. Selanjutnya ada Daniel Zuchron dari Bawaslu menjelaskan upaya-upaya yang ditempuh untuk mengontrol dan mengevaluasi pilkada yang diselenggarakan. Zuchron juga menjelaskan secara statistik tentang potensi konflik yang muncul. Pembicara ketiga, Sophar Peranto menjabarkan temuan dari penelitian yang dilakukan THC mengenai potensi konflik selama proses pilkada berlangsung dan juga mengidentifikasikan wilayah di mana konflik berpotensi terjadi. Tekakhir, Prof. Indria Samego merangkum berbagai fakta dan temuan yang dipaparkan oleh KPU, Bawaslu, dan NVMS-THC.

berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

'