berita

Pada hari selasa, 24 Desember 2013, The Habibie Center bekerjasama dengan CIDES menyelenggarakan dialog bertemakan “Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi Era ASEAN 2015, APEC dan WTO” yang bertempat di gedung The Habibie Center, Jakarta. Dialog kali ini menghadirkan dua pembicara yaitu Bapak Didin S. Damanhuri dan Bapak Ario Setiadi.  Tujuan diselenggarakannya dialog ini adalah untuk menganalisis kualitas daya saing SDM Indonesia dalam menghadapi tantangan-tantangan yang akan muncul ketika realisasi ASEAN Community 2015 dimana Indonesia hanya memiliki waktu kurang lebih satu tahun untuk berbenah dan meningkatkan kualitas SDM dalam menghadapi era tersebut. Selain ASEAN Community 2015, Indonesia juga dihadapkan dengan tantangan APEC 2020 dan WTO.

Bapak Didin S. Damanhuri mengawai diskusi ini dengan menjabarkan kondisi SDM terkini di Indonesia dan dukungan pemerintah Indonesia terhadap tenaga kerja baik didalam maupun diluar negeri. Kemudian Bapak Didin juga menyatakan bahwa dalam kaitannya dengan ASEAN Community 2015 dan APEC 2020, akan ada peningkatan jumlah tenaga kerja Indonesia yang akan berkerja di luar negeri. Perpindahan barang dan jasa akan terus dipermudah pada era tersebut, bahkan saat ini Indonesia sudah dibanjiri oleh produk-produk yang berasal dari luar negeri. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak kontribusi dalam menghasilkan rumusan-rumusan yang normatif terutama pada ASEAN Charter. Salah satu bentuk kontribusinya yaitu ikut merumuskan 3 pilar ASEAN Community dimana satu diantaranya akan diimplementasikan pada tahun 2015.

Dalam kerangka ASEAN, Bapak Didin juga menjelaskan bahwa daya saing ekonomi Indonesia masih berada di peringkat tengah pada kawasan ASEAN dan berada dibawah negara-negara seperti  Singapura, Malaysia, Thailand maupun Brunei. Sementara itu, dari segi kualitas tenaga kerja, dapat dikatakan bahwa kualitas kita masih cukup buruk. Belum lagi persoalan pindahnya para pekerja high-skilled ke Negara-negara lain. Dengan adanya ASEAN Community 2015 yang memperbolehkan seseorang dengan bebas berkerja di Negara-negara anggota ASEAN maka akan banyak pula pekerja-pekerja medium-skilled seperti dari Singapura, Malaysia dan Filipina yang akan masuk ke pasar Indonesia.

Kemudian diskusi ini dilanjutkan oleh pemaparan dari Bapak Ario yang menjelaskan tentang pemasaran sumber daya manusia. Bapak Ario menyatakan bahwa pada saat ini, sudah banyak tenaga kerja asing yang berkerja di Indonesia. Terkait hal ini, ada dua isu yang harus diperhatikan, yaitu tentang peningkatan daya saing tenaga kerja yang ada di dalam negeri atas salah satu imbas masuknya tenaga asing ke Indonesia, dan yang kedua adalah peningkatan jumlah Tenaga Kerja Indonesia yang memiliki keahlian untuk bekerja di luar negeri. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar mengingat Indonesia memiliki pasar yang luas, akan tetapi, ada hal-hal yang harus ditingkatkan oleh SDM Indonesia. Pertama, lemahnya kemampuan bahasa asing yang dilmiliki oleh SDM Indonesia. Kedua, kemampuan para TKI yang masih general atau tidak spesifik. Selain itu, orang Indonesia yang ada di luar negeri memiliki kecenderungan untuk berkumpul dengan sesama orang Indonesia sehingga kemampuan komunikasinya kurang berkembang.

Kemudian dikusi dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab yang mengundang partisipasi dari peserta diskusi. Beberapa pertanyaan yang muncul berkaitan dengan perlindungan terhadap TKI, peningkatan daya saing SDM, dan bagaimana kaum berpendidikan rendah bisa bertahan didalam situasi yang akan dihadapi pada 2015.

berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

'