berita

JAKARTA â € “PADA Hari Rabu, 27 Agustus 2014, The Habibie Center mengadakan dialog tema DENGAN Berbicara ASEAN” The 21st ASEAN Regional Forum (ARF): Penguatan Arsitektur Keamanan Regional “di gedung The Habibie Center di Jakarta.
Berbicara ASEAN edisi Suami menghadirkan Duta Besar Prof. Dr. Hasjim Djalal (Mantan Duta Besar Indonesia / Anggota Dewan Pakar, The Habibie Center), Duta Besar Wiryono Sastrohandoyo (Mantan Duta Besar Indonesia / Anggota Dewan Pembina, CSIS / Mantan ARF Ahli dan Eminent Persons Group), Mr. Rene L. Pattiradjawane (Ketua Pusat Studi Cina), Dan Beginda Pakpahan, Ph.D (Politik dan Ekonomi Analis Urusan Global, Universitas Indonesia) Astra Honda Motor sebagai narasumber DENGAN Mr. Ray Hervandi (Asosiasi Fellow, The Habibie Center) Astra Honda Motor sebagai moderator.

Berbicara ASEAN kali UNTUK bertujuan Suami: (a) UNTUK mendiskusikan Perkembangan Tantangan Keamanan di Kawasan hearts Upaya MENCARI Solusi Mengatasi UNTUK tantangantersebut, terutama Berlangganan DENGAN ISU di Laut Tiongkok Selatan, Laut Tiongkok Timur, ISU Keamanan non-tradisional; (B) UNTUK mengelaborasi pentingnya Implementasi norma-norma ASEAN Dan ASEAN Way, Seperti Yang tertuang di hearts Treaty of Amity and Cooperation (TAC), Dan Prinsip musyawarah Astra Honda Motor sebagai Nilai Utama ASEAN; (C) Memberikan rekomendasi-rekomendasi Mengenai Bagaimana Arsitektur Keamanan dikonsepkan akan regional, diimplementasikan, Dan diinstitusionalisasikan Menjadi SEBUAH kebijakan Yang konkret, terutama hearts Mengelola keberadaan negara-gatra di gede Kawasan Dan Sekaligus memastikan sentralitas ASEAN.
Duta Besar Wiryono Sastrohandoyo memulai presentasinya DENGAN menjelaskan Latar Belakang Kebutuhan Terhadap Arsitektur Keamanan regional. UNTUK mencapai Pembangunan Ekonomi, ASEAN Harus menciptakan Keamanan Dan Stabilitas eksternal namun Saat ITU TIDAK ASEAN memiliki suatu platform yang internal. Oleh KARENA ITU, ASEAN mendirikan Forum Regional ASEAN (ARF). Duta Besar Wiryono Sastrohandoyo JUGA menjelaskan bahwa ASEAN Harus memiliki politik akan UNTUK menyelesaikan Konflik di Kawasan seperti masalah di Laut Tiongkok Selatan. Ketidakmampuan ASEAN UNTUK menyelesaikan Konflik DAPAT menghambat Integrasi.

Duta Besar Prof. Dr. Hasjim Djalal Adalah pembicara Selanjutnya hearts Berbicara ASEAN. Duta Besar Prof. Dr. Hasjim Djalal menjelaskan bahwa Berlangganan DENGAN Konflik Laut Tiongkok Selatan, daerah Yang diklaim Harus ADA kejelasan differences pihak Yang melakukan Klaim Dan kejelasan differences. Dalam Rangka menyelesaikan masalah tersebut, sebaiknya pihak-pihak Yang melakukan Klaim menyelesaikan di Pengadilan. Namun HAL ITU Bisa dilakukan JIKA SEMUA pihak Setuju UNTUK membawa masalah to Pengadilan. Astra Honda Motor sebagai Tambahan, Duta Besar Prof. Dr. Hasjim Djalal memberikan 10 rekomendasi UNTUK menyelesaikan masalah di Laut Tiongkok Selatan.

Diskusi Berbicara ASEAN dilanjutkan DENGAN Presentasi Dari Beginda Pakpahan, Ph.D Yang menjelaskan TENTANG Hambatan Dan intern eksternal Yang dihadapi Diposkan oleh ASEAN. Beberapa Adalah internal yang Hambatan perlunya peningkatan sentralitas ASEAN di Institusi Yang dipimpin Diposkan ASEAN Dan peningkatan koherensi Dan Koordinasi ANTARA gatra Anggota Anggota ASEAN. & E ITU, Tantangan eksternal Yang dihadapi Diposkan ASEAN Adalah persaingan ANTARA gatra gede di Asia Tenggara Dan Asia Timur Dan tumpang tindih Klaim Serta Sengketa Wilayah di Laut Tiongkok Selatan. Beginda Pakpahan, Ph.D menjelaskan pentingnya ASEAN JUGA UNTUK dikembangkan Astra Honda Motor sebagai non-blok stabilizer hearts berurusan DENGAN pihak-luar di Kawasan Asia Teggara.

Pembicara terakhir di di hearts Berbicara ASEAN Adalah Rene L. Pattiradjawane. Rene L. Pattiradjawane memulai Presentasi DENGAN menjelaskan bahwa di Bawah KEPEMIMPINAN Myanmar, Myanmar DAPAT mensinkronisasikan posisi ASEAN di Kawasan Dan Tingkat global. Ia menjelaskan bahwa JUGA Tiongkok diestimasikan akan Menjadi gatra adikuasa Selanjutnya. PADA Saat Yang sama, negara-gatra ASEAN Mulai khawatir DENGAN Perilaku AS seiring meningkatnya DENGAN keberadaan Militer AS di Asia.

SEBELUM Acara Berakhir, Terdapat beberapa Pertanyaan Dan komentar Dari para Peserta: PADA Saat ARF ke-21, ASEAN Kurang menanggapai Usulan AS (menentang aksi provokatif di Laut Tiongkok Selatan), apakah ITU merupakan tanggapan Yang Tepat? Bagaimana kebijakan poros maritim mempengaruhi Arsitektur daerah? Kapankah Waktu Yang Tepat UNTUK ISU menyelesaikan Laut Tiongkok Selatan? Bagaimana PERSEPSI Terhadap Rencana Indonesia Triple Action (TAP)?
Berbicara ASEAN â € œThe 21 ASEAN Regional Forum (ARF): Memperkuat Keamanan Regional arsitektur sebagai € ?? Suami merupakan shalat Satu dialog Dari Rangkaian doa belas rutin dialog Yang diadakan Diposkan The Habibie Center SETIAP bulannya.

berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

'