berita

Pada hari Rabu, 5 Juni 2013, The Habibie Center bekerja sama dengan Jawaharlal Nehru India Cultural Center (JNICC) mengadakan bedah buku yang berjudul “Smoke and Mirrors” yang ditulis oleh Pallavi Aiyar.

Bedah buku ini mengundang Pallavi Aiyar, koresponden Cina untuk koran The Hindu, dan Desi Anwar, wartawan, penulis dan pembawa acara Face-To-Face dari Metro TV.  Bedah buku ini fokus kepada hubungan Cina-India dan kenyataan mengenai apa yang terjadi di kedua Negara.

Pallavi Aiyar membuka presentasinya dengan menjelaskan apa arti dari “Smoke and Mirrors” dan mendeskripsikannya sebagai sesuatu yang terjadi pada hubungan bilateral Cina dan India sejak tahun 1970.  Buku ini juga menceritakan mengenai persepsi Cina dan India melalui sudut pandang warga Negara Cina dan India yang sebelumnya ditemui Pallavi Aiyar pada saat masih bertugas.  Aspek lain dari buku ini adalah kedua Negara menghadapi keadaan sosial dengan cara yang berbeda dan setiap penyelesaiannya bukanlah penyelesaian yang mudah.

Pallavi Aiyar juga menjelaskan mengenai perang perbatasan dan ketegangan hubungan antara Cina dan Pakistan.  Fakta lainnya adalah kesenjangan budaya antara Cina dan India yang membuat cerita pada buku ini menarik.  Pallavi Aiyar juga menjelaskan dengan membacakan bagian dari buku yang berjudul “Squaring a Circle and Coming Full Circle” dimana Pallavi Aiyar menjelaskan skenario apabila ia terlahir sebagai warga Negara Cina ataupun India.

Setelah pembacaan bagian dalam bukunya, Desi Anwar kemudian menjelaskan kesan-kesannya membaca buku tersebut. Desi Anwar menjelaskan buku itu sebagai “buku yang sulit untuk diletakkan” dan kemudian melanjutkan menjelaskan tentang pengalamannya sendiri di Cina sebagai seorang jurnalis. Selama dia bepergian ke Cina, bagaimana ia telah menarik banyak perhatian karena niatnya mewawancarai presiden pada salah satu tugasnya. Desi Anwar setuju dengan Aiyar pada rasa iri terhadap Cina dan mengatakan perspektif yang menarik dia tentang perjalanannya di China dan India serta hubungan antara budaya Cina dan demokrasi di Indonesia. Desi Anwar juga menjelaskan tentang kemajuan India yang telah dicapai dalam hal teknologi dan aspek agama di India.

Hal ini diikuti dengan pertanyaan dari Ahmad Fuadi, seorang penulis novel “Negeri 5 Menara”. Ahmad Fuadi menceritakan tentang pengalamannya terkait dengan Cina dan pendidikan Islam disana serta bertanya tentang pengalaman Aiyar terkait isu yang sama. Pallavi Aiyar mencatat bahwa tidak banyak orang di Cina menampilkan atribut agama mereka, tetapi bagaimanapun, saat ini banyak pengusaha Cina perjalanan ke Timur Tengah tidak hanya demi menjalankan bisnis tetapi juga untuk membangun kontak dengan dunia Muslim.

 

Aiyar mencatat bahwa ada beberapa kerjasama Cina dan India tetapi setelah serangan perbatasan yang kerap terjadi, kini ada ketengangan hal hubungan diplomatik. Peserta yang lain membuat komentar pada seberapa kuat deskripsi itu dan bertanya tentang proses untuk membuat argumen beralasan pada buku Pallavi Aiyar. Aiyar menjelaskan tentang perbedaan pendapat yang kuat tentang India dan politik sayap kiri dan kanan.

 

Sesi ini ditutup dengan kesimpulan yang disampaikan oleh Rahimah Abdulrahim mengenai situasi India dan China dan sebagai kenang-kenangan JNICC memberikan buku “Nehru” kepada The Habibie Center.

 

 

berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

'