artikel

Kamis, 12 Januari 2017

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pakar The Habibie Center, Indria Samego, memprediksi Presiden Joko Widodo masih akan mendapat ujian terkait legitimasi kekuasaan hingga tiga tahun pemerintahannya.

Menurut Indria, banyak kelompok yang selalu mempertanyakan kebijakan pemerintah dan berusaha mengganggu stabilitas pemerintahan dengan menyebarkan berita-berita hoax.

Dia menyebut kasus buku “Jokowi Undercover” sebagai salah satu contohnya. “Ada sebagian elemen elite yang tetap mempertanyakan ‘apa hebatnya Jokowi’,” ujar Indria dalam diskusi publik “Catatan 2016 dan Harapan 2017″ di kantor The Habibie Center, Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (12/1/2017).

Berdasarkan pengamatan Indria ada sejumlah isu yang berkembang saat ini.

Isu tersebut sengaja diembuskan untuk mengganggu konsolidasi kekuasaan pemerintah, seperti rumor reshuffle jiilid III, kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik.

Selain itu muncul juga isu terkait maraknya tenaga kerja asing asal China yang masuk ke Indonesia.

“Semua persoalan itu telah mengganggu konsolidasi kekuasaan Pemerintahan Jokowi-JK,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata Indria, Presiden Jokowi harus mengambil langkah-langkah strategis.

Pemerintah harus mampu membangun komunikasi dan koordinasi internal sekaligus dengan kekuatan non-negara.

Indria juga menyoroti persoalan penegakan hukum yang harus tegas dan berkelanjutan demi memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Penulis : Kristian Erdianto

Artikel Opini Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

'