Workshop yang berlangsung selama dua hari (12-13 Agustus 2009) di Hotel Novotel Bogor ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota legislatif perempuan terpilih terhadap eksistensi mereka di lembaga legislatif serta peran yang akan mereka lakukan untuk meningkatkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. The Habibie Center tidak hanya mendorong agar perempuan lebih banyak berperan di ranah publik, termasuk di DPR tetapi juga peduli dengan kapasitas perempuan yang telah berhasil duduk di Parlemen.
Workhop ini diikuti oleh sebanyak 22 Anggota Legislatif (Aleg) terpilih baik di tingkat DPR RI dan DPRD dari berbagai partai dan daerah pemilihan yang berbeda. Workshop dibagi menjadi 4 sesi pembahasan materi yang menampilkan pembicara-pembicara yang juga pakar dalam bidangnya.
Sesi pertama dalam pelatihan ini membahas tema ”Diagnosis dan Kinerja Parlemen: Realitas dan Harapan DPR 2009-2014” dengan pembicara Dr. Ahmad Watik Pratiknya, Direktur Eksekutif The Habibie Center. Pada sesi kedua R. Siti Zuhro, Manager Riset The Habibie Center dan juga peneliti dari LIPI, mengangkat tema “Isu Strategis Perempuan DPR Periode 2009-2014”. Sesi ketiga menghadirkan Topo Santoso, dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang membahas tema “Korupsi: Definisi Praktek, dan Penanganannya”. Kegiatan akhir dari kegiatan ini, yakni pada sesi keempat, Sri Budi Eko Wardhani yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik UI dan Elprisdat, Director of National Press Club of Indonesia menghantarkan tema “Action Plan: Pentingnya Jejaring antaranggota DPR dan Pihak Eksternal”.
Diharapkan pemaparan materi dan pembahasan intensif yang dilakukan selama dua hari ini dapat membantu para Anggota Legislatif perempuan terpilih menentukan agenda strategis yang dapat diperjuangkan bersama, memperkuat jaringan dengan pihak-pihak yang mempunyai concern yang sama, dan dapat secara bersama membangun kesadaran yang kolektif untuk mewujudkan DPR yang bersih.